Tampilkan postingan dengan label Occupational Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Occupational Health. Tampilkan semua postingan

Benarkah Uang Menjadi Sarang Penyakit ? Ini Faktanya...

>> Kamis, 26 November 2009

Oleh : NGDlover


Sebagian besar kita merasa bahwa memegang uang baik kertas ataupun logam, akan membuat tangan kita terkontaminasi oleh banyak bakteri/virus, tapi benarkah demikian ?

Sebuah studi oleh Dr Frank Vriesekoop, seorang peneliti sekaligus dosen ilmu makanan di University of Ballarat, Australia, mengungkapkan fakta dibalik cerita yang beredar di masyarakat bahwa uang dianggap sebagai salah satu sumber penyakit.

Menurut Dr.Frank, memang telah ditemukan beberapa patogen bakteri pada uang kertas dan koin, tetapi..."...Potensi penyebaran penyakit memang ada disana, tapi aku tidak berpikir seburuk itu kenyataannya" katanya. Ia juga menyatakan bahwa timnya menemukan tingkat bakteri resisten antibiotik yang rendah pada uang kertas dan koin. Hasil-hasil studinya ditampilkan di konferensi tahunan Australian Institute of Food Science and Technology di Adelaide

Read More...... Read more...
1. 4.

Aspek Perilaku Dalam K3 Studi Kasus Perilaku Sopir Taksi "......"

>> Kamis, 12 November 2009

By : Indri M-OHSE





You can copy this article with full awareness to list the source link of this article including the name of writer as a honour of copyright to the writer and this blog also to upholding our morality.

Diperbolehkan mengkopi isi artikel ini dengan kesadaran penuh untuk mencantumkan link ke sumber asal artikel berikut nama penulisnya sebagai penghormatan atas hasil karya penulis dan blog ini serta demi menjunjung tinggi moralitas.




M-OHSE archives

Read More...... Read more...
1. 4.

Issues in Education and Research in Geriatrics in Developing Nations

>> Selasa, 10 November 2009

By : Indri M-OHSE





You can copy this article with full awareness to list the source link of this article including the name of writer as a honour of copyright to the writer and this blog also to upholding our morality.

Diperbolehkan mengkopi isi artikel ini dengan kesadaran penuh untuk mencantumkan link ke sumber asal artikel berikut nama penulisnya sebagai penghormatan atas hasil karya penulis dan blog ini serta demi menjunjung tinggi moralitas.



M-OHSE archives



Read More...... Read more...
1. 4.

Indonesia Demographic Dividend and Ageing

>> Minggu, 08 November 2009

Post by : Indri M-OHSE




You can copy this article with full awareness to list the source link of this article including the name of writer as a honour of copyright to the writer and this blog also to upholding our morality.

Diperbolehkan mengkopi isi artikel ini dengan kesadaran penuh untuk mencantumkan link ke sumber asal artikel berikut nama penulisnya sebagai penghormatan atas hasil karya penulis dan blog ini serta demi menjunjung tinggi moralitas.

Read More...... Read more...
1. 4.

Bra Sekaligus Masker

>> Jumat, 30 Oktober 2009

by. NGDlover

Gak sangka ya, Bra ternyata bisa dibuat menjadi multifungsi, yaitu bisa sebagai bra dan juga bisa sebagai masker. Karya unik dan inovatif ini diciptakan oleh Dr.Elena Bodnar.Penemuan ini telah memenangi penghargaan dari Universitas Harvard untuk penemuan paling eksentrik tahun ini. Penghargaan itu disebut Ig Nobel, diumumkan beberapa hari sebelum penghargaan Nobel di Stockholm yang sesungguhnya diumumkan.

Dr.Elena Bodnar memodifikasi fungsi bra yang biasanya sebagai penyangga buah dada menjadi sekaligus sebagai dua buah masker jika berada dalam dalam keadaan darurat. Bahan khusus untuk bra digunakan sebagai penyaring gas gas berbahaya dan beracun,Namun demikian, kenyamanan fungsinya sebagai bra tetap dipertahankan.

Penghargaan yang dimenangkan Dr.Elena Bodnar berada dalam kategori kesehatan publik.


BBC/Okezone


Read More...... Read more...
1. 4.

Contoh Kuesioner (Major Hazard Survey For Community)

>> Minggu, 25 Oktober 2009

By : Indri M-OHSE

1.4. QUESTIONNAIRE OF MAJOR HAZARD SURVEY FOR COMMUNITY

QUESTIONNAIRE


1. Apakah anda mengetahui tentang aktifitas pekerjaan penambangan yang ada di sekitar rumah anda ?



(petunjuk untuk interviewer: eksplorasi ke partisipan tentang apakah partisipan mengetahui detil tentang aktifitas penambangan tersebut)
1. Ya
2. Tidak
Penjelasan :





2. Menurut anda, apa pengaruh dari aktifitas penambangan tersebut terhadap kehidupan penduduk di sekitarnya ?



(petunjuk untuk interviewer: eksplorasi ke partisipan tentang apakah partisipan mengetahui potensi hazard, risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja penduduk termasuk potensi keadaan darurat misalnya kebakaran, ledakan)
Penjelasan :





3. Apakah anda pernah mendapatkan penyuluhan oleh perusahaan mengenai hal hal yang berkaitan dengan aktifitas kegiatan penambangan ?
(petunjuk untuk interviewer: eksplorasi ke partisipan tentang apakah partisipan pernah mendapat penyuuhan tentang keselamatan dan kesehatan kerja untuk penduduk, misalnya pelatihan tentang pemadam kebakaran, evakuasi keadadan darurat, penjelasan prosedur evakuasi keadaan darurat,dll)

a. Ya pernah, sebutkan tentang apa & kapan terakhir anda mendapatkan penyuluhan
Penjelasan :

b. Tidak pernah



DAFTAR DATA PENUNJANG YANG PERLU DIKUMPULKAN

NO.
LIST OF SUPOPRTING DATA
CHECKLIST
1
Daftar Pusat-pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan aksesnya dari dan ke lokasi penambangan

Ada/Tidak
Jika ada sebutkan:
2
Dokumen dan Prosedur Keadaan Darurat dan Evakuasi di masing-masing desa di sekitar rig dan camp

Ada/Tidak
Jika ada sertakan dokumen tersebut.
3
Layout/mapping/description setiap desa di sekitar rig dan camp

Ada/Tidak
Jika ada sertakan dokumen tersebut.

4
Disitribusi penduduk dan pemukiman di masing-masing desa di sekitar rig dan camp

Ada/Tidak
Jika ada sertakan dokumen :



IDENTITAS PARTISIPAN




Nomor Kuesioner :
Umur :
Jenis Kelamin :
Pendidikan Terakhir :




Desa :
(diisi untuk partisipan pejabat desa)
Lokasi desa berdekatan dekat dengan rig/camp :



Unit Pusat Pelayanan Kesehatan :
(disi untuk partisipan pegawai/pejabat unit pusat pelayanan kesehatan)
Lokasi unit berdekatan dengan rig/camp :


You can copy this article with full awareness to list the source link of this article including the name of writer as a honour of copyright to the writer and this blog also to upholding our morality.
(See the license of this blog)
Diperbolehkan mengkopi isi artikel ini dengan kesadaran dan kewarasan yang penuh untuk mencantumkan link ke sumber asal artikel berikut nama penulisnya sebagai penghormatan atas hasil karya penulis dan blog ini serta demi menjunjung tinggi moralitas.

(Lihat lisensi blog ini)







Read More...... Read more...
1. 4.

Contoh Kuesioner Gejala

>> Minggu, 27 September 2009





You can copy this article with full awareness to list the source link of this article including the name of writer as a honour of copyright to the writer and this blog also to upholding our morality.
(See the license of this blog)
Diperbolehkan mengkopi isi artikel ini dengan kesadaran dan kewarasan yang penuh untuk mencantumkan link ke sumber asal artikel berikut nama penulisnya sebagai penghormatan atas hasil karya penulis dan blog ini serta demi menjunjung tinggi moralitas.

(Lihat lisensi blog ini)

Read More...... Read more...
1. 4.

About Work Related Disorders

>> Sabtu, 19 September 2009

By : Pebea
http://www.notegolddiamond.blogspot.com

Work-related disorders are multifactorial. Known risk factors included personal attributes, working posture, repetitive movements, and workstation design. One study showed that somatic and depressive symptoms were associated with lateral epicondylitis and wrist tendinitis. Furthermore, the presence of depressive symptoms predicted the first occurrence of lateral epicondylitis.


Subjects who expressed widespread somatic symptoms also reported more pain attributed to their jobs. Pain experienced by individuals could be the feature of a somatisation process. Psychological symptoms were often characteristic of patients with work-related musculoskeletal disorders. Studies have shown that mental stress could induce muscle tension and could contribute to the development of work-related upper extremity disorders. High job demands appeared to confer the strongest work-related psychosocial risk.

One way to reduce work related disorders is Somatic Therapy. Somatic Therapy can help:
• anxiety
• depression
• relationship issues
• chronic fatigue
• residual effects of accidents
• post traumatic stress disorder
• and much more

It quoted from San Diego Therapist. This is body-mind therapy, where the primary focus is on your body, and on your relationship to how your mind and emotions show up in your body, and how you can affect your body through thought, feelings, actions, etc. Body therapy brings in an awareness of how the physical body can affect the emotions and the mind, and vice versa. The affects of the physical on our experience of life is only just beginning to be understood in the world, and body therapy is at the cutting edge with the new breakthroughs in healing that it offers.



Read More...... Read more...
1. 4.

PENERAPAN HSE PADA INDUSTRI BESI BAJA

>> Selasa, 17 Maret 2009

by : Indri MOHSE

A. INDUSTRI BAJA adalah merupakan salah satu Industri Strategis yang dimiliki oleh suatu negara, karena melalui Industri Baja dapat dipenuhi kebutuhan-kebutuhan penting dalam pembangunan, baik sarana fisik maupun kebutuhan pembangunan (Industri perdagangan, transportasi dll) dan dalam bidang kemiliteran.


Pada umumya proses-proses dalam Industri Baja adalah sebagai berikut :

1. Iron Making (Proses bahan baku proses hulu)
2. Steel Making (Proses pembuatan baja untuk long product dan plat product)
3. Steel Rolling (Proses pembuatan baja proses hilir untuk pemenuhan kebutuhan pasar)

Salah satu industri baja yang terbesar di Indonesia adalah PT. Krakatau Steel, merupakan Industri Baja terpadu yang cukup besar dan telah melakukan proses pembuatan baja dengan menggunakan tekhnologi yang cukup canggih.

Dilihat dari kebutuhan baja setiap Negara dapt ditentukan oleh kebutuhan baja perkapita dari penduduk suatu Negara, sehingga sangat ditentukan oleh tingkat kemajuan suatu Negara.


B. SYSTEM PENGOLAHAN K3LH DALAM STEEL INDUSTRI

Secara umum aktifitas K3LH pada Industri Baja harus dilihat dari aktivitas identifikasi pada step-step proses dalam setiap pabrik. Mulai dari proses Iron Making, Steel Making maupun Steel Rolling, sebagai berikut :

1. Proses Identifikasi K3LH :

Proses ini merupakan proses untuk pengenalan melalui identifikasi semua jenis dan sifat-sifat faktor bahaya yang mungkin timbul dari setiap jenis kegiatan pabrik tersebut.

Adapun aktifitas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Pemeriksaan design pabrik.
b. Inspeksi lapangan secara fisik.
c. Studi lapangan pada saat operasi.
d. Aktifitas yang berhubungan dengan raw material maupun material pembantu dilakukan dengan mengacu pada MSDS

Pada langkah identifikasi akan ditemukan banyak masalah K3LH yang perlu ditanggulangi dengan cara menentukan ” Aspect yang significance secara berurutan untuk menentukan skala prioritas penanggulangan”.

2. Proses Analysis Masalah K3LH

Proses ini merupakan lanjutan dari aktivitas identifikasi dengan cara sebagai berikut :
a. Bisa dilakukan pengujian laboratorium
b. Pengamatan dan pengukuran di lapangan

Dari kedua aktivitas identifikasi dan analysa masalah tersebut akan dapat dibuat maping (peta), sehingga dapat dilakukan pemetaan tingkat kerawanan dalam bidang K3LH pada pabrik tersebut yang terdiri dari :
1. Peta Lokasi Rawan
 Rawan Kebakaran
 Rawan Kecelakaan
 Rawan Penyakit akibat kerja
 Rawan Pencemaran Lingkungan
2. Peta Jenis Faktor Bahaya
3. Peta Derajat Bahaya


3. Proses Pengendalian Bahaya K3LH

Dari aktivitas 1 dan 2 di atas akan dilakukan pengendalian atau koreksi faktor bahaya dan ditentukan cara penanggulangannya sebagai berikut :

a. Dari segi pengendalian secara Administrative melalui :
1. Peraturan K3LH dari Pemerintah.
2. Peraturan K3LH Internal Pabrik.
3. Melalui Peraturan Kontrol Operasi.
Misalnya : SOP, Sertifikasi alat, Sertifikasi keahlian
4. Melalui Kebijakan-kebijakan Internal yang tentunya tidak bertentangan dengan aturan Pemerintah

4. Proses Monitoring Bahaya K3LH

Pada proses ini akan dilakukan aktivitas pengawasan berkala dan berkelanjutan yang terdiri dari :
a. Inspeksi Lapangan (penamatan dan pengukuran)
b. Studi Pencatatan dan Lapangan
c. Pengujian Kesetaraan Berkala
d. Pemantauan dan Pengendalian Lingkungan
e. Training Karyawan.

C. PROSES PENANGANAN K3LH DI TEMPAT KERJA

I. Perangkat-perangkat aktivitas yang dibutuhkan sebagai berikut :

a. Adanya Kebijakan B.O.D.
b. Adanya Tinjauan awal masalah HSE / K3LH
c. Mengembangkan System Organisasi dalam hal :
1. Adanya Police HSE / K3LH
2. Adanya Program HSE / K3LH
3. Strategi Plan HSE / K3LH

II. Dalam Operasional Industri Baja dimana mulai dari penanganan Raw Material sampai pada step-step operasi. Iron Making, Steel Making, Steel Rolling, masalah HSE sangat memerlukan perhatian serius, karena potensi bahaya.

Tempat tinggi terutama dalam hal :
a. Bahaya Kecelakaan
b. Bahaya Kebakaran
c. Bahaya Penyakit akibat Kerja
d. Bahaya Pencemaran Lingkungan

III. a. Operasional Industri Baja adalah proses panas, terutama pada proses pembuatan baja dengan temperature ± 1650 oC. Dan pada proses pengerolan baja dilakukan reheating dengan temperature ± 1100 oC sangat berpotensi tinggi untuk menimbulkan masalah HSE.
b. Aktivitas alat angkat dan angkut dengan beban berat, baik berupa baja cair maupun beban material padat sangat berpotensi menimbulkan masalah HSE sehingga memerlukan perhatian dalam hal :

1. Skill dalam bidang operasional bagi manusianya maupun keselamatan beban.
2. Jaminan keamanan dan safety dari peralatan yang memerlukan pemeriksaan rutin, baik pemeriksaan internal maupun certifikasi oleh badan-badan yang berwenang dari pemerintah.

c. Penggunaan material pembantu, misalnya alat-alat kimia yang bermacam-macam dengan karakterstik bahaya tinggi dengan volume yang cukup besar sehingga perlu ditunjang dengan pengetahuan MSDS oleh para pekerja.
d. Ditinjau dari segi kesehatan kerja, potensi penyakit akibat kerja cukup tinggi terutama dalam hal :

1. Tekanan panas
2. Pngaruh Debu dalam ruang kerja
3. Beban Kerja
4. Penggunaan Bahan Radioaktif
5. Pengaruh Gas-gas Proses
6. Kebisingan


e. Ditinjau dari pencemaran lingkungan, berpotensi cukup tinggi dan perlu dilengkapi peralatan pencegah pencemaran lingkungan, misalnya :

1. Polusi Air (WTP dan WWTP)
2. Polusi Debu / Gas (Bag Filter, Scrubber, Electric, Precipitator, dll)
3. Kebisingan (Silincer, Pengaturan jarak kerja karyawan terhadap sumber kebisingan)
4. Potensi Limbah Padat dengan karakteristik bermacam-macam


D. PENGEMBANGAN RENCANA STRATEGIS UNTUK PELAKSANAAN HSE PADA INDUSTRI BAJA

Adapun rencana strategis yang diperlukan dalam pelaksanaan HSE pada Industri Baja, sangat memegang peranan penting, sehingga penanggulangan masalah HSE dapat dilakukan dengan terarah, misalnya :

1. Perlu disepakati tujuan utama dan tujuan khusus masalah HSE
2. Perlu adanya strategi untuk mencapai tujuan utama dan tujuan khusus
3. Target yang jelas
4. Perlu ditentukan aktivitas untuk mencapai target
5. Pembagan tugas dan dan tanggungjawab yang jelas antar departement dalam perusahaan tersebut.
6. Adanya aktivitas evaluasi dari operasional rencana strategis tersebut.


E. KESIMPULAN

Dalam menerapkan masalah HSE pada Industri Baja diperlukan aktivitas sebagai berikut :

1. Perlu adanya kebijakan dalam bidang HSE
2. Perlu melakukan identifikasi bahaya dan analysa bahaya.
3. Perlu penerapan SOP secara disiplin.
4. Certifikasi keahlian karyawan dalam masing bidang keahlian dan sertifikasi peralatan-peralatan berbahaya.
5. Perlu penerapan system izin kerja.
6. Danger Taq dan Out Off Servicenya.
7. Pemeriksaan berkala
8. Pemeriksaan kondisi kerja di Pabrik.
9. Pengetahuan MSDS
10. Peningkatan kesadaran karyawan akan keselamatan dirinya, teman sekerja dan peralatan pabrik.

MOHSE archives

Read More...... Read more...
1. 4.

Indonesia Demographic Dividend and Ageing

>> Selasa, 08 November 2005

Post by : Indri M-OHSE



M-OHSE archives

Read More...... Read more...
1. 4.

About This Blog

Keyword Suggestion Tool

Enter Keyword

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP